Hari ini saya ingin membahas tentang surah Al - Kahf ayat 86 yang mana oleh para penghujat Islam dijadikan sebagai senjata untuk menggoyahkan iman Muslim. Beberapa kritik yang biasa mereka lontarkan pada kaum Muslimin adalah seperti "Bagai mana bisa matahari terbenam dilaut berlumpur?".
"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam didalam laut yang berlumpur hitam..." [Al - Kahf : 86]
Perlu diketahui bahwa kata "dia melihat matahari terbenam didalam laut yang berlumpur hitam" tersebut adalah kata kiasan, bukan secara harfiah bahwa matahari memang benar - benar terbenam disana.
Pada saat itu, orang - orang masih belum memiliki pengetahuan tentang alam semesta, bumilah yang mengitari matahari bukan sebaliknya, atau bumi itu bundar tidak datar, sehingga jika anda berada ditepi pantai saat sore hari, maka anda akan melihat bahwa matihari benar - benar terlihat seperti tenggelam didalam laut. Pendapat tersebut juga didukung oleh beberapa ulama yang memang paham betul tentang isi kandungan AL - Qur`an, seperti Imam Al - Badawi, Imam Al - Qurtubi dan Imam Ibnu Kathir.
Imam Al - badawi mengatakan : "dia [Dzulqarnain] mungkin saja sedang ditepi pantai dan melihat matahari disana. Karena sejauh mata memandang hanyalah air laut, maka Allah SWT menyatakan "dia melihat matahari terbenam didalam laut" namun Allah SWT tidak mengatakan bahwa "matahari terbenam".
Imam Al - Qurtubi mengatakan : "Maksudnya bukanlah dengan mencapat tempat dan terbit matahari sehingga ia mencapat matahari dan menyentuhnya, karena matahari jauh diangkasa sana, disekitar bumi tanpa menyentuhnya dan terlalu besar untuk terbenam kedalam laut manapun yang berada dibumi, karena matahari jauh lebih besar dari pada bumi. Namun hal tersebut dimaksudkan bahwa ia telah mencapai ujung daerah yang masih berpenduduk ditimur dan dibarat, kemudian Dzulqarnain melihat kejadian itu. Menurut penglihatannya, terbenamnya matahari kedalam laut yang berlumpur warna hitam seperti halnya kita mengamati matahari ditanah rata, maka seolah - oleh terlihat bahwa matahari itu masuk kedalam tanah. Oleh karenanya Allah SWT berfirman :
Hingga apabila dia [Dzulqarnain] telah sampai ke tempat terbenam matahari [sebelah timur] dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari [cahaya] matahari."
Imam Ibnu Kahtir mengatakan : "Hingga apabila dia [Dzulkarnain] telah sampai ketempat terbenam matahari, berarti dia telah mengikuti arah yang benar hingga ia mencapai daerah yang terjauh, ia mungkin memulai perjalanannya dari barat. Karena mencapai terbitnya matahari dilangit adalah mustahil. Apa yang dikatakan oleh periwayat dan pencerita mengenai ia berjalan dalam suatu masa dimuka bumi disaat matahari terbenam dibelakangnya adalah dusta, dan sebagian cerita - cerita ini adalah mitos para ahli Al - Kitab dan temuan - temuan kebohongan mereka.
"Ia melihat matahari terbenam didalam laut yang berlumpur hitam, berarti ia melihat matahari menurut pandangannya terbenam kedalam laut dan hal ini pun terjadi pada semua orang ketika mereka sedang ber ada ditepi pantai yang melihat kearah laut sehingga matahari benar - benar tenggelam kedalamnya [laut]."
Kebenarannya anda yang tentukan. Waullah Hualam...




Unknown


0 komentar:
Posting Komentar